Dengan KIP Aku Dapat Meraih Impian
Dengan KIP Aku Dapat Meraih Impian
Assalamualaikum
Wr.wb
Nama saya adalah Mutmainna, saya anak kedua dari 5 bersaudara.
Kakak saya sekarang Masi kuliah di IAIN juga, adik saya sekarang ada yang
sekolah di pesantren kelas 1 SMP, ada juga yang masih duduk di bangku sekolah
dasar kelas 4, dan anak terkahir baru masuk di TK. Bapak saya adalah seorang
petani meski sawah yang dia kerjakan bukan miliknya sendiri melainkan punya
orang lain sedangkan ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa makanya
sangat bersyukur bisa menerima KIP ini karena itu bisa mengurangi sedikit beban
orang tua saya.
Sebelumnya saya mau menceritakan sedikit tentang awal mula saya
bisa masuk di kampus IAIN Parepare. Awalnya saya mendaftar di kampus ini
melalui jalur SPAN PTKIN namun saya tidak lulus di jalur itu. Jadi setelah itu,
saya kemudian mencoba mendaftar di jalur UM PTKIN, dan saya berhasil lulus di
jalur ini di jurusan perbankan syariah. Namun bapak saya tidak setuju jika saya
mengambil jurusan tersebut. Jadi saya di minta untuk mendaftar di jalur mandiri, saya pun mengikuti kemauan
bapak saya dan mendaftar di jalur mandiri.
pengumuman kelulusan jalur mandiri pun keluar dan hasilnya saya
berhasil lulus di jurusan pendidikan bahasa Arab. Dan saya langsung memberitahu
kabar ini kepada kedua orang tua saya. Dan pada saat setelah shalat idul adha
saya melihat banyak dari teman- teman yang membahas tentang UKT dan bilang bahwa
pengumuman UKT sudah keluar. Saya pun lagsung melihat berapa jumlah UKT saya
dan UKT saya adalah Rp. 2.100.000. sayapun langsung memberi tahu ini kepada
orang tua saya meskipun saya sempat berfikir bagaimana caranya orang tua saya
bisa membayar ini karena seperti yang saya bilng di awal, kalau Kaka saya juga
sekarang masih kuliah berarti orang tua saya masih harus membayar UKT nya juga,
serta uang kost dan lain- lain, sedangkan ada juga adik saya yang sekarang
sekolah di pesantren dan biaya di pesantren pun cukup mahal, uang masuk saja
waktu itu sekitar 2 juta an dan itu
belum termasuk lemari dan kasurnya, belum juga uang ketringnya Rp. 350.000 per
bulan. Dan masih ada dua adik saya yang juga bersekolah dan sekarang masih duduk
di bangku TK dan SD, di tambah biaya makan kami sehari- hari. Bagaimana orang
tua saya mendapat uang untuk menutupi itu semua sedangkan bapak saya hanya
seorang petani dan pekebun. Tapi Alhamdulillah pada saat itu orang tua saya
mempunyai tabungan sehingga saya membayar UKT.
Saya dan teman- teman saya mendaftar KIP secara online, dan kami
berharap bisa lulus.dan tidak.lama setelah pengumuman pembayaran UKT,
pengumuman KIP pun juga keluar dan hasilnya saya dan kedua temanku berhasil
lulus berkas dan kamipun disuruh untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya
yaitu melalui tes wawancara.
Sebelum pengumuman KIP keluar, sempat ada dosen saya yang menelpon
bahkan sampai berulang- ulang tetapi saya tidak mengangkatnya, bukan karena
sengaja melainkan karena saya tidak mendengar notifikasinya karena pada saat
itu saya sedang mencuci dan hp saya tinggal di kamar kost. Setelah mencuci saya
baru mengeceknya dan baru tau bahwa ternyata dosen saya menelpon. Saya kaget
dan takut karena saya tidak kenapa dosen saya menelpon, saya kira bahwa saya
mungkin sudah melakukan kesalahan atau apa tetapi ternyata dosen tersubut hanya
mau bertanya di mana alamat lengkap saya karena beliau adalah salah satu orang
yang ditugaskan untuk mensurvei rumah colon penerimaan KIP. Tidak lama setelah
hari itu, pengumumannya pun keluar dan hasilnya saya dan salah satu teman saya
berhasil lulus. Beberapa hari setelah itu, kami di minta untuk pergi ke gedung
rektorat dan membawa bukti pembayaran UKT. Di sana kami membuat buku rekening baru.
Berkat bantuan KIP ini, saya bisa mengganti hp yang dari dulu saya
inginkan. Saya ingin mengganti hp bukan karena sebatas keinginan saja, akan
tetapi karena hp lama hp lama saya yang
sudah hampir rusak, kadang tiba-tiba saja hpnya mati padahal cas baterai
nya Masi banyak. Pernah pada saat keluah online saya lupa membawa cas hp dan hp
saya tiba-tiba lobet dan mati, jadi sayapun harus menumpang di zoom meeting
teman sekalas saya. Hp lama saya juga memiliki ram atau penyimpanan yang kecil makanya
setiap membuat tugas Vidio, saya selalu meminjam hp milik teman kost saya.itu
alasan kenapa saya ingin mengganti hp. Berkat bantuan KIP juga, setidaknya saya bisa
mengurangi beban orang tua, misalnya ketika saya harus memprint tugas atau
membulk kartu Internet, saya tidak perlu meminta uang dari orang tua lagi
karena saya bisa menggunakan uang saya sendiri. Orang tua sajya juga tidak
perlu mengeluarkan uang untuk membayar UKT saya, untuk membayar biaya kost, membayar
uang listrik tiap bulan dan lain- lain sebagainya. Saya sangat bersyukur
mendapat bantuan KIP dan saya berharap bisa mempertahankannya sampai saya
selesai nanti.
Komentar
Posting Komentar